Merawat pasien tifus di rumah


bungaUmumnya, pasien tifus membutuhkan perawatan di Rumah Sakit karena beresiko menderita kekurangan cairan. Namun, dengan memperhatikan gejala umum pada anak, terkadang dokter mempertimbangkan untuk perawatan di rumah. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk perawatan pasien tifus di rumah.

1. Pisahkan anak penderita tifus dari saudara-saudaranya untuk menghindari penularan. Bahkan bila ibu menemani, tidak disarankan untuk tidur bersama anak yang sakit. Sebaiknya tempatkan anak yang sakit dikamar tersendiri.

2. Upayakan pasien tifus beristirahat total di tempat tidur sampai demamnya turun. Demam bisa berlangsung hingga 2 minggu. Setelah demam turum, teruskan istirahat sampai suhu normal kembali. Jelaskan pada anak bahwa untuk mandi, buang air besar dan kecil harus minta pertolongan kepada ibu atau orang dewasa lainnya yang ada di rumah.

3. Ingatkan kepada siapa saja yang membantu untuk selalu mencuci tangan dengan disinfektan sebelum dan sesudah kontak dengan anak yang sakit.

4. Seperti halnya di rumah sakit, orang tua perlu mengukur suhu tubuh anak dan mencatatnya. Catatan suhu tubuh ini sangat penting untuk dikonsultasikan ke dokter dan bila ada peningkatan suhu tubuh yang tinggi.

5. Biasanya dokter memberikan obat yang telah diperhitungkan sampai suhu tubuh turun. Jika obat hampir habis, sementara suhu tubuh masih tinggi, konsultasikanlah ke dokter. Jika sudah 2 minggu suhu belum juga turun, anak harus diperiksa kembali oleh dokter dan mungkin memerlukan perawatan yang lebih intensif di rumah sakit.

6. Untuk membantu mempercepat penurunan suhu tubuh, upayakan agar anak banyak minum air putih, dikompres dengan air hangat, dan jangan menutupinya dengan selimut agar penguapan suhu lebih lancar.

7. Berikan makan yang mengandung banyak cairan dan bergizi seperti sop dan sari buah, juga makanan lunak seperti bubur.

8. Pembuangan feses dan urine harus dipastikan dibuang ke dalam lubang WC dan disiran dengan air sebanyak-banyaknya. WC dan sekitarnyapun harus bersih agar tidak ada lalat yang membawa kuman kemana-mana. Bila anak menggunakan pot atau urinal untuk BAK dan BAB, jangan lupa untuk merendamnya dengan cairan disinfektan setelah dipakai.

9. Rendam pakaian anak dengan disinfektan sebelum dicuci, dan jangan mencampurnya dengan pakaian yang lain.

Iklan

3 comments on “Merawat pasien tifus di rumah

  1. Ping-balik: Yang dilakukan kalau mengalami tifus « Mr.U Media’s blog

  2. selain gejala di atas, jika di tambah dengan sesak napas itu masih tifus atau flu burung?????
    penanganannya gimana?

  3. sya terkena pnyakit tifus demamx cukup cepat disembuhkan hanya dalam seminggu lebih,tp yg membuat sya tersiksa jika bergerak pasti deh muntah n itu mnyiksa banget perut sampai sakit ampe napas tertahan,cara mengatasinya bagaimana y?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s